Kamis, 26 Januari 2017

Pernyataan Syakieb Sunkar di media sosial Tuding FPI Ganggu Bisnis, AXIS buru - buru Keluarkan Pernyataan Resmi


Pernyataan Syakieb Sunkar di media sosial Tuding FPI Ganggu Bisnis, AXIS buru - buru Keluarkan Pernyataan Resmi





Syakieb Sunkar menuliskan pernyataan yang kontroversial di media sosial dengan menyebut bahwa Front Pembela Islam (FPI) mengganggu untuk bisnis dan mempertanyakan mengapa FPI senang dengan arak-arakan.

"Heran, seneng banget sih FPI maen arak-arakan di jalan. Mengganggu bisnis tau " tulis Syakieb Sunkar sembari mengunggah foto massa anggota FPI dalam jumlah banyak.

Tulisan Syakieb ini langsung menuai reaksi dan kecaman dari para netizen, bahkan sebagian besar netizen menyerukan untuk memboikot layanan seluler AXIS. Hal ini dikarenakan Syakieb Sunkar menuliskan keterangan dalam akun medsosnya sebagai Direktor of Sales at AXIS.
Beberapa saat kemudian pihak manajemen AXIS mengeluarkan pernyataan resmi dan klarifikasi bahwa Syakieb Sunkar sudah tidak lagi menjadi Direktur Sales dan sudah keluar dari AXIS sejak bulan Oktober 2013. Karena merupakan persoalan serius postingan klarifikasi tersebut dengan status "Pinned Post".

"Kami menyatakan bahwa Sdr Syakieb Sungkar tidak ada hubungan apapun dengan AXIS. Titel jabatan yang sempat tertera di akun media sosialnya yang menyebutkan sebagai Direktur AXIS merupakan jabatan lamanya, karena yang bersangkutan tidak lagi bekerja di AXIS sejak Oktober 2013. Karena itu, terkait dengan pernyataan-pernyataan yang bersangkutan di media sosial juga tidak ada hubungannya dengan AXIS" demikian keterangan dari AXIS yang diposting di Page Facebook resmi AXIS, selasa (24/1/2017).





Selain di Page Facebook, pihak manajemen juga mengeluarkan tweet klarifikasi di akun twitter resmi @AXISgsm. "Kami menyatakan bahwa Syakieb Sungkar tidak lagi bekerja di AXIS sejak Okt'13 sebagai Direktur Sales. Shg pernyataan ybs di medsos tidak berhub dgn AXIS" isi tweet klarifikasi @AXISgsm, selasa(24/1/2017). 


http://www.dakwahmedia.id/2017/01/syakieb-sunkar-tuding-fpi-ganggu-bisnis.html
Senin, 23 Januari 2017

Blak-Blakan, KH M Arifin Ilham Ungkap Dalang Di Balik Aksi 'Bubarkan FPI'

 KH M Arifin Ilham Ungkap Dalang Di Balik Aksi
'Bubarkan FPI'





Mencegah kemungkaran merupakan satu di antara dua sayap dakwah. Mengajak kepada kebaikan tidak akan sempurna sebelum pencegahan kemungkaran dilakukan oleh para dai.

Meski terkesan berbahaya, mencegah kemungkaran inilah jalan dakwah yang diambil oleh FPI pimpinan Habib Rizieq Syihab. Tanpa takut, Habib Rizieq dan FPI melakukan rangkaian pencegahan kemaksiatan sesuai dengan yang diberlakukan oleh undang-undang di Indonesia.








Hal ini dilakukan oleh FPI menyusul massifnya tindak kejahatan melalui perbuatan-perbuatan yang terjadi di Indonesia. Mirisnya, menurut KH M Arifin Ilham, ada kekuatan besar di balik berbagai jenis tindakan buruk dan kemaksiatan yang mewabah di Indonesia.

"Sungguh sudah rahasia umum di negeri ini, tempat-tempat maksiat dan program kemungkaran seperti porn*grafi, perizinan minuman keras, judi, perzinaan dan sebagainya selalu dibekingi preman, oknum pejabat, dan media sekuler." ujar Pemimpin Majlis Az-Zikra ini melalui akun fesbuknya, Sabtu (21/1/17).

Lantaran pihak-pihak berkepentingan merasa dirugikan, mereka mengerahkan berbagai cara guna memfitnah tindakan FPI dan Habib Rizieq Syihab. Selain fitnah dan gosip, FPI juga dikesankan anarkis dan dicari-cari kesalahannya.

Terkait gerakan yang menginginkan bubarnya FPI, KH M Arifin Ilham mengatakan, "Lihatlah di media, siapa yang ingin membubarkan FPI? Kebebasan macam apa yang diinginkan?"

Kiyai Arifin mengingatkan, jika Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan, kemaksiatan akan makin massif. Saat kemaksiatan kian massif, sebuah komunitas sangat rentan mendapatkan siksa dari Allah.


http://www.dakwahmedia.id/2017/01/blak-blakan-kh-m-arifin-ilham-ungkap.html
Sabtu, 21 Januari 2017

Muslim justru adalah sekutu dan sumber daya penting dalam perang melawan ISIS.





Washington,- Dalam pidatonya di Gedung Putih menyusul aksi penembakan di San Bernardino, California, yang menewaskan 14 orang, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menegaskan bahwa ISIS bukan bagian dari Islam. Pernyataan yang langsung mengundang kritik dari Partai Republik.

Obama mengatakan, warga Amerika tidak boleh memandang upaya untuk membumi hanguskan ISIS sebagai perang antara AS dan Islam.

Ia dengan keras memperingatkan agar penduduk AS tidak berprasangka negatif terhadap komunitas Muslim di negara tersebut ataupun negara lainnya. Menurut dia, Muslim justru adalah sekutu dan sumber daya penting dalam perang melawan ISIS. Muslim, lanjut dia, adalah tetangga, teman, serta "pria dan wanita berseragam" yang ikut melindungi kepentingan Negeri Paman Sam di luar negeri.

"Selama kita berpegang teguh pada tradisi itu, saya yakin Amerika akan menang," kata Obama, Minggu (06/12/2015), seperti dikutip dari New Republic.

Pernyataan Obama itu mengundang segudang kritikan, terutama dari kubu Partai Republik yang terkenal sangat anti terhadap Islam dan umat Muslim.

Calon kandidat presiden Partai Republik, Marco Rubio, dalam pidatonya di Fox News, menanggapi dengan sinis pernyataan Obama yang menyebut bahwa umat Muslim di AS mendapatkan diskriminasi


"Mana buktinya?" tanya Rubio, menambahkan bahwa Obama terlalu terikat pada  kepatutan politik dalam menghadapi "Islam radikal".

http://www.lensaberita.net/2015/12/dunia-heboh-presiden-obama-saya.html?m=1

Seorang ayah terpaksa menggendong anaknya ketika tengah bekerja. Dilakukannya itu untuk sang anak.


Ada ungkapan kasih ibu sepanjang masa. Nah, kalau berbicara tentang kasih sayang orang tua biasanya kita akan lebih membahas kasih sayang ibu daripada ayah. Memang kasih sayang ibu tak tertandingi,  bagaimana dengan kasih sayang ayah?

Baru-baru ini berbagai foto yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana seorang ayah terpaksa menggendong anaknya ketika tengah bekerja.

Dilansir Elitereaders,  dalam foto tersebut sang pria terlihat tengah menggendong anak dipunggungnya, sementara ia sambil memindahkan karung yang masing-masing memiliki berat 50 kg dari truk ke sebuah tempat yang jaraknya lumayan jauh.

Meski merasa kesulitan pria itu tetap bertahan bekerja sambil mengemong, karena semua yang dilakukannya itu untuk sang anak.

Foto yang telah beredar di jejaring sosial itu kontan ditanggapi berbagai respons netizen. Banyak dari mereka tak setuju dengan apa yang dilakukan ayah itu karena berpotensi membahayakan sang anak. Namun, adapula netizen yang mendukung keputusan pria itu karena itu mungkin menjadi pilihan lebih baik dan lebih aman dibangkingkan meninggalkan anaknya sendirian di rumah.

Banyak netizen bahkan ingin membantu biaya untuk anak malang itu. Sayangnya,  tak diketahui identitas ayah dan bocah tersebut. Namun, dilaporkan jika foto ini berasal dari Vietnam.

http://citizen6.liputan6.com/read/2820490/gendong-anak-saat-bekerja-pria-malang-jadi-kontroversi-netizen

Polri Membidik Mpok Sylvi, Nggak Tau Malah Nyenggol Jokowi...... Jadi nggak enak nich....


Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni diperiksa Direktorat Tindak Pidana Korupsi, Bareskrim Polri selama lebih dari 8 jam di kantor Bareskrim Polri Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017).

Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilgub DKI ini diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial DKI Jakarta di Kwartir Daerah  Pramuka DKI pada 2014-2015.

Usai menjalani pemeriksaan, ternyata FAKTA yang terungkap malah mengagetkan.

1. Surat Panggilan dari Polri ada Kesalahan

“Dalam surat panggilan ini, memang dipanggil atas nama saya tapi di sini ada kekeliruan yaitu (surat panggilan) tentang pengelolaan dana bansos Pemprov DKI Jakarta. Padahal itu bukan dana bansos tetapi ini adalah dana hibah,” kata Sylvi, Jumat, (20/1/2017).

2. Dana Hibah Yang Tanda Tangan Jokowi 

Sylviana mengatakan Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang menandatangani SK Gubernur Nomor 235 Tanggal 14 Februari 2014 tentang dana hibah.

Berikut selengkapnya disampaikan Sylviana melalui akun twitternya @sylviana_murni:

1). Klarifikasi atas surat Bareskrim Dit TPK no. B/PK-86/l/2017 tgl 18 Jan 2017 ttg Permintaan Keterangan dan Dokumen bahwa penyelidikan Pengelolaan Dana Bansos Pemprov DKI Jakarta "SEHARUSNYA" Dana"HIBAH"

2). Hal tsb berdasarkan Kep Gub no 235 Tahun 2014 ttg Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Prov DKI Jakarta masa bhakti 2013-2018 tgl 14 Feb 2014 di ttd Gub DKI Jakarta, Bpk.Joko Widodo, dalam diktum kedua nya tertulis Biaya Operasional Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Prov DKI. Biaya Operasional Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Prov DKI dibebankan kpd APBD melalui belanja HIBAH.

3). Tentang penggunaan Belanja HIBAH sesuai proposal, ada kegiatan yang tidak dilaksanakan dan dananya telah dikembalikan ke Kasda DKI JKT.

4). Pengembalian Dana Hibah yang telah disetorkan ke Kas daerah adalah sbb:
- 2014 sebesar 35 juta
- 2015

http://www.portal-islam.id/2017/01/maksud-hati-membidik-bu-sylvi-apa-daya.html

Fatwa MUI BUKAN Penyebab Kegaduhan Nasional, komentar para komunitas Tionghoa


Komunitas Tionghoa di Indonesia : Fatwa MUI BUKAN Penyebab Kegaduhan Nasional




Komunitas Tionghoa Anti Korupsi  ikut meminta pemerintah menghormati independensi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mengapresiasi setiap fatwa yang dikeluarkan untuk umat Islam.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator KomTak, Lieus Sungkharisma. Ia mengaku sependapat dengan pandangan Din Syamsuddin yang menyatakan fatwa MUI bukan penyebab dari kegaduhan nasional yang terjadi belakangan ini.

“Saya sependapat dengan Din bahwa
fatwa MUI bukan penyebab dari instabilitas nasional yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar dia , Sabtu, 21 Januari 2017.

Menurut Lieus, jika ada pihak yang berpandangan Fatwa MUI mengganggu stabilitas, maka seharusnya yang diatasi adalah sumber dari terjadinya instabilitas itu.

“Jadi bukan fatwa MUI-nya yang disalahkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berpendapat fatwa yang dikeluarkan MUI akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan gangguan pada stabilitas keamanan nasional. Terutama ketika fatwa memiliki implikasi luas dan berpengaruh ke sistem hukum.

“Ini menunjukkan fatwa bukan lagi dianggap pandangan halal atau haram. Tapi belakangan malah berkembang menjadi ancaman bagi keberagaman dan kebhinnekaan,” katanya"



http://www.portal-islam.id/2017/01/komunitas-tionghoa-fatwa-mui-bukan.html

Kamis, 19 Januari 2017

Muncul Penolakan... Ketua Front Pembela Islam Sumenep : semua Desa akan FPI


Muncul Penolakan... Ketua Front Pembela Islam Sumenep : semua Desa akan FPI

Munculnya sejumlah spanduk penolakan terhadap kehadiran organisasi  FPI di ujung timur pulau Madura, tidak membuat Ketua FPI Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH Jurjiz Muzamil bereaksi keras.

Bahkan, ketika disinggung apakah akan ada aksi perlawanan dari FPI, mantan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah itu mengaku tidak perlu. Sebab, tulisan apapun yang dipampang tidak akan mempengaruhi idealisme dan semangat membesarkan FPI di Sumenep.

'Tidak perlu. Bahkan kalau mau, yang memberikan izin dan yang minta izin bisa dipidana jika itu melanggar kode etik. Indonesia adalah negara hukum,” terang KH Jurjiz Muzammil kepada wartawan melalui telepon selulernya, Rabu (18/1/2016).

Menurut Jurjiz, munculnya spanduk berukuran besar berisi penolakan termasuk bagian dari provokasi sebagian kelompok minoritas. Bahkan, pihaknya meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan spanduk tersebut.
 
'Kami meminta agar masyarakat tidak terprovokasi. Itu masuk dari strategi ngadu-domba. Makanya, masyarakat jangan terprovokasi dengan itu (spanduk, red),” terangnya.

Lebih jauh dia mengatakan, gerakan penolakan tidak akan melemahkan semangat untuk terus berjuang membesarkan FPI di Sumenep. Bahkan, penolakan bagian dari semangat untuk membersarkan FPI di ujung timur pulau Madura.

'Tujuan kita bagaimana meraup jemaah sebanyak mungkin. Kita tidak akan terprovokasi. Nanti kita tunjukkan siapa yang diterima oleh masyarakat. Target kami, semua desa di Sumenep akan ada FPI,” katanya.

http://www.timesindonesia.co.id/read/140745/20170118/135431/muncul-penolakan-ketua-fpi-sumenep-semua-desa-akan-ada-fpi/